BUNDAPOKER
Komisaris Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR) pada hari Jumat menyerukan penutupan pusat-pusat penahanan imigrasi di Libya dan membebaskan para pengungsi dan migran ke dalam komunitas perkotaan."Saat ini, ada hampir 4.200 orang ditahan di pusat-pusat penahanan di Libya, 2.450 di antaranya adalah orang yang menjadi perhatian UNHCR," kata UNHCR.
"UNHCR terus menyerukan diakhirinya penahanan dan pembebasan semua pengungsi dan migran secara bertahap dan teratur ke dalam komunitas perkotaan," tambah badan pengungsi PBB. UNHCR dan para mitranya sejauh ini telah melakukan lebih dari 1.150 kunjungan pemantauan ke pusat-pusat penahanan di Libya pada 2019.
Pada hari Kamis, UNHCR mengatakan 2.178 telah meninggalkan Libya ke negara yang aman melalui pemukiman kembali atau evakuasi pada tahun 2019. Ribuan imigran gelap, sebagian besar orang Afrika, memilih untuk menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa dari Libya, yang telah menderita ketidakamanan dan kekacauan sejak jatuhnya mantan pemimpinnya Muammar Gaddafi pada 2011.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.