Selasa, 26 November 2019


BUNDAPOKER

Pada hari Senin, para pemrotes anti-pemerintah dan pasukan keamanan saling melempar bom Molotov dan batu ke Baghdad. Bentrokan terjadi satu hari setelah pasukan keamanan menembaki para pengunjuk rasa, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai puluhan lainnya, kata polisi dan sumber medis.

Protes anti-pemerintah meletus pada awal Oktober dan membengkak menjadi demonstrasi terbesar sejak jatuhnya Saddam Hussein pada 2003. Penghitungan orang mati yang diberikan oleh sumber-sumber keamanan dan medis kepada Reuters menunjukkan setidaknya 339 orang telah tewas.

Kantor berita negara Irak mengutip menteri kesehatan pada hari Minggu yang mengatakan 111 orang telah terbunuh, termasuk pengunjuk rasa dan anggota dari pasukan keamanan, tanpa menghitung penghitungan atau menguraikan periode apa. Itu adalah angka resmi pertama yang dikeluarkan oleh pejabat pemerintah sejak 25 Oktober.

Sebuah laporan pemerintah bulan lalu mengatakan ada 157 kematian selama minggu pertama Oktober. Protes berhenti setelah itu dan dilanjutkan pada 25 Oktober. Para pengunjuk rasa menuntut digulingkannya sebuah kelas politik yang dianggap korup dan melayani kekuatan asing sementara banyak rakyat Irak merana dalam kemiskinan tanpa pekerjaan, perawatan kesehatan atau pendidikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.