Sabtu, 07 September 2019



Sebuah studi menuturkan, terlalu banyak mengkonsumsi minuman ringan bersoda, bahkan yang rendah kalori dapat meningkatkan risiko kematian dini. Berdasarkan data yang di dapatkan, hampir setengah juta orang yang mengonsumsi dua gelas soda yang normal maupun yang rendah kalori memiliki 17 persen kemungkinan meninggal lebih tinggi di bandingkan yang mengonsumsi kurang dari satu gelas per bulan.

ini ditemukan setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko kematian dini dari kebiasaan buruk manusia, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol, indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, asupan kalori, serta mengkonsumsi buah, sayur, dan daging olahan. Tetapi, penelitian ini hanya menemukan hubungan dan tidak dapat membuktikan bahwa mengkonsumsi soda menyebabkan kematian dini.

Sekelompok peneliti yang berbeda juga menerbitkan jurnal Circulation yang menemukan hubungan antara mengkonsumsi minuman manis dengan peningkatan risiko kematian dini pada pria maupun wanita di AS. Dalam studi ini juga menemukan bahwa mengkonsumsi minuman soda rendah kalori dalam jumlah besar berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini pada wanita.

Orang yang sering mengkonsumsi soda rendah kalori sangat berpotensi meninggal akibat penyakit jantung atau kardiovaskular. Sementara orang yang sering mengkonsumsi soda yang manis lebih cenderung meninggal akibat penyakit pencernaan, seperti divertikulitis atau penyakit hati.

Namun, hingga saat ini, masih belum jelas kaitan antara mengkonsumsi soda rendah kalori dengan penyakit kardiovaskular. Bisa jadi, minuman soda ini yang menyebabkan kondisi orang dengan penyakit kardiovaskular semakin memburuk. Hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan antara keduanya agar lebih akurat.

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.