Selasa, 23 Juli 2019

GEMPA BUMI MELANDA BALI SELAMA PERAYAAN GALUNGAN


Gempa bumi berkekuatan 4,6 melanda pulau resor Bali pada hari Rabu pagi ketika umat Hindu Bali sedang mengamati Galungan, hari suci merayakan kemenangan dharma (kebajikan) atas adharma (wakil).

Tidak ada korban atau kerusakan yang dilaporkan dan gempa bumi tidak menyebabkan kepanikan, karena orang Bali terus mengamati Galungan dengan sungguh-sungguh sepanjang hari.

Gempa bumi terjadi pada pukul 9:29 waktu setempat, ketika kebanyakan orang berbondong-bondong ke kuil-kuil di seberang pulau. "Saya berada di sebuah kuil ketika saya merasakan sesuatu, seperti bergetar. Rupanya, itu adalah gempa bumi," kata Putu Deny, seorang warga Denpasar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa berada di laut, 84 kilometer barat daya Jembrana di Bali Barat dan kedalaman 71 km.

Gempa itu terasa di Denpasar, Gianyar, Tabanan, Buleleng dan Lombok Utara serta Banyuwangi dan Jember di Jawa Timur. "Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan," kata kepala cabang BMKG Denpasar, Taufik Gunawan, dalam sebuah pernyataan.

"Kami mendesak semua orang untuk tetap tenang," tambah Taufik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Bali (BPBD) Made Rentin mengatakan tidak ada laporan korban atau kerusakan sebagai akibat dari bencana alam.

"Orang Bali terus mengambil bagian dalam doa-doa Galungan di kuil keluarga masing-masing," kata Rentin.

Kegiatan dan operasi wisata di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjalan seperti biasa.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.