KEPALA BULOG MENGATAKAN PRAKTIK KARTEL BERPERAN DALAM PERDAGANGAN BAWANG PUTIH
Presiden direktur Badan Logistik Negara (Bulog) Budi Waseso memiliki kecurigaan bahwa praktik kartel dalam perdagangan bawang putih adalah alasan bahwa harga tetap tinggi.
Dia berbicara saat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR tentang urusan perdagangan pada hari Rabu. “Saya yakin ada kartel bawang putih. Komoditas tersedia, tetapi mereka menimbunnya untuk mendongkrak [harga], ”kata Budi seperti dilansir kontan.co.id.
Dia mengatakan telah melaporkan kecurigaannya kepada polisi dengan harapan mereka akan memeriksa gudang importir bawang putih.
Dia mengatakan dia curiga bahwa sekelompok pengusaha mengendalikan harga secara nasional. "Jika mereka memutuskan harga komoditas harus naik sebesar Rp 10.000 (69 sen AS) per kilogram, harga akan naik persis dengan angka itu di seluruh Indonesia."
Dia juga menduga bahwa praktik kartel mungkin juga berperan dalam perdagangan komoditas pangan lainnya karena Bulog hanya menguasai 6 persen pasar. "Sisanya dijual di pasar terbuka," tambahnya.
Awal bulan ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman mengancam akan memasukkan daftar hitam importir bawang putih yang bermain dengan harga komoditas, yang telah menyebabkan harga meroket sebelum Ramadhan.
Amran mengatakan ke-14 importir bawang putih telah menandatangani perjanjian untuk mempertahankan harga bawang putih di bawah Rp25.000 per kilogram, tetapi harga di beberapa pasar di Jakarta antara Rp70.000 dan Rp100.000 pada 4 Mei.
Dia berbicara saat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR tentang urusan perdagangan pada hari Rabu. “Saya yakin ada kartel bawang putih. Komoditas tersedia, tetapi mereka menimbunnya untuk mendongkrak [harga], ”kata Budi seperti dilansir kontan.co.id.
Dia mengatakan telah melaporkan kecurigaannya kepada polisi dengan harapan mereka akan memeriksa gudang importir bawang putih.
Dia mengatakan dia curiga bahwa sekelompok pengusaha mengendalikan harga secara nasional. "Jika mereka memutuskan harga komoditas harus naik sebesar Rp 10.000 (69 sen AS) per kilogram, harga akan naik persis dengan angka itu di seluruh Indonesia."
Dia juga menduga bahwa praktik kartel mungkin juga berperan dalam perdagangan komoditas pangan lainnya karena Bulog hanya menguasai 6 persen pasar. "Sisanya dijual di pasar terbuka," tambahnya.
Awal bulan ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman mengancam akan memasukkan daftar hitam importir bawang putih yang bermain dengan harga komoditas, yang telah menyebabkan harga meroket sebelum Ramadhan.
Amran mengatakan ke-14 importir bawang putih telah menandatangani perjanjian untuk mempertahankan harga bawang putih di bawah Rp25.000 per kilogram, tetapi harga di beberapa pasar di Jakarta antara Rp70.000 dan Rp100.000 pada 4 Mei.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.