PEMERINTAH MELIHAT PERTUMBUHAN PDB YANG LEBIH TINGGI PADA TAHUN 2020
Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan PDB yang lebih tinggi untuk tahun 2020 daripada 2019 setelah memperhitungkan prospek permintaan agregat yang lebih tinggi untuk pengeluaran konsumen, ekspor dan investasi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan di Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa bahwa pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk tahun 2020 daripada target 5,3 persen pada tahun 2019, sementara inflasi diperkirakan akan berkisar antara 2 dan 4 persen - lebih rendah dari tahun 2019-an harapan antara 3,5 dan 4,5 persen.
"Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh antara 5,3 dan 5,6 persen [pada 2020], Presiden [Joko 'Jokowi' Widodo] berharap bahwa kami dapat mencapai 5,6 persen," kata Sri Mulyani setelah rapat kabinet paripurna pada pagu indikatif anggaran untuk 2020 anggaran negara di Istana Bogor.
Dia menambahkan bahwa pertumbuhan akan didorong oleh peningkatan belanja konsumen, investasi dan ekspor pada tahun 2020.
Belanja konsumen ditargetkan tumbuh 5,2 persen tahun depan, lebih tinggi dari target 5,1 persen pada 2019, sementara pertumbuhan investasi diperkirakan akan mencapai 7,5 persen, yang juga lebih tinggi dari target 7 persen yang ditetapkan tahun ini. Sementara itu, pertumbuhan ekspor diproyeksikan akan mempertahankan momentumnya dan mencapai 7 persen tahun depan, sementara tingkat bunga untuk surat utang negara (SPN) tiga bulan pemerintah diperkirakan antara 5 dan 5,3 persen.
Sri Mulyani mengatakan pemerintah belum memutuskan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS untuk anggaran tahun depan mengingat faktor-faktor dinamis yang menentukan nilai rupiah. Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP), sementara itu, diasumsikan berada di antara US $ 60 dan $ 70 per barel tahun depan, sedikit lebih rendah dari asumsi $ 70 per barel dalam anggaran negara tahun 2019.
Dia mengatakan rincian lebih lanjut akan tersedia ketika pemerintah menyampaikan proyeksi makroekonomi dan rancangan kebijakan fiskal (KEM-PPKF) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhir bulan ini, dengan proposal akhir pemerintah diharapkan akan disampaikan oleh Jokowi pada laporan keuangan tahunan. catatan alamat ke DPR pada bulan Agustus.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.