Jumat, 15 Februari 2019



Proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek sampai saat ini pembangunannya sudah mencapai 58 persen. Bahkan, untuk lintas Cibubur-Cawang, uji coba perdana akan dilakukan Juni 2019.

Lalu berapa harga tiket nantinya? Kepala Divisi LRT Jabodebek PT Kereta Api Indonesia (Persero), John Roberto, mengatakan tarif LRT Jabodebek nanti akan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

BACA JUGA : TEPAT HARI INI GROUP GARUDA INDONESIA PANGKAS HARGA TIKET SEBESAR 20 PERSEN

"Jadi kalau dari hitung-hitungan kita tarif keekonomian itu kan Rp 30.000, namun kemampuan beli masyarakat itu Rp 12.000. Sekali jalan flat segitu," kata John di Hotel Grandhika, Jakarta, Jumat (15/2).

John menambahkan, untuk kemudahan pembayaran, sistem ticketing akan diintegrasikan dengan penggunaan metode pembayaran KRL. Menurutnya, PT KAI sudah berkoordinasi dengan PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) untuk mengintegrasikan operasional pembayaran dengan metode KRL, bahkan nantinya juga bakal disinergikan dengan MRT.

"Karena ini nanti semua akan terintigrasi, LRT, MRT, KRL di Dukuh Atas," tegas dia.

LRT Jabodebek ini nantinya berkapasitas 750-1.200 penumpang dalam sekali angkut. Pada jam normal, diprediksi sekali jalan, angkutan tersebut mampu melayani sekitar 200 orang.

BACA JUGA : SEBELUM MEMBELI KOSMETIK KALIAN WAJIB MENGECEK INI TERLEBIH DAHULU

LRT Jabodebek sendiri akan beroperasi dengan 31 rangkaian kereta. Setiap rangkaian, menggunakan enam gerbong. Dalam sehari, direncanakan ada 430 perjalanan dari Cibubur menuju Dukuh Atas pulang-pergi dan 430 perjalanan dari Bekasi menuju Dukuh Atas pulang-pergi.

"Sehingga nanti setiap hari LRT Jabodebek ini mampu mengangkut sekitar 500.000 penumpang," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.