Simapati Negara sahabat semakin meningkat paska bencana gempa dan tsunami di palu dan donggala. Tawaran bantuan pun banyak di terima pemerintak Indonesia. Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachi, mengungkap hingga saat ini sduah ada 25 negara sahabat dan 4 organisasi internasional yang menyatakan ingin memberi bantuan. Namun, baru 18 negara yang sudah merealisasikan bantuan untuk Palu dan Donggala.
“18 negara yang telah merealisasikan bantuan untuk Palu dan Donggala, berbentuk berbagai macam,”kata Fachi di Graha BNPB, di Jakarta Timur, pada Sabtu (6/10). Negara-negara yang merealisasikan bantuan di antaranya Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hunggaria, Turki, Uni Eropa, Australia, Korea Selatan, Arap Saudi, Qatan, New Zealand, Singapura, Thailand, Jepang, India, dan China.
Namun, fachi menegaskan bahwa pemerintah membatasi bantuan dari Negara sahabat yaitu hanya menerima bantuan dari Negara sahabat yaitu hanya menerima bantuan yang memang di butuhkan. Bantuan yang di berikan harus sesuai kriteria yaitu berupa barang yang dibutuhkan agar dapat segera digunakan di lokasi bencana.
“Setelah bapak Presiden Joko Widodo menerima sejumlah komunikasi telepon dari beberapa kepala Negara dan pemerintahan, beliau memutuskan untuk menerima tawaran bantuan dari Negara sahabat sesuai dengan kabutuhan kita. Mudah-mudahan kita punya pemahaman yang sama terkaait hal itu,”ungkapnya.
Untuk menyamakan persepsi, kemenlu mengumpulkan duta besar Negara-negara tersebut dan memberispesifikasi bantuan apa saja yang dibutuhkan. Ada punjenis bantuan yang saat ini sudah di terima ada empat jenis yaitu transportasi udara, water treatment, genst dan tenda. Keempat bantuan tersebut di arahkn khususnya untuk dua kota dengan keruskan paling parah yaitu Palu d an Donggala.
Sementara itu, untuk obat-obatan dan tenaga medis saat ini sudah mencukupi kendalanya ada pada transportasi untuk pendistribusi layanan kesehatan tersebut. Selain bantuan berupa logistic, lanjutnya, bantuan berupa finansial atau keuangan pun di tawarkan oleh mereka.”Kita identifikasi (apa saja yang dibutuhkan ) untuk mereka menyesuai kan apa yang mereka tawarkan. Ternyata dari yang mereka tawarkan termasuk juga ada yang bersifat finansial, bantuan keuangan, itu juga kira terima kasih,”ujar nya.
Selain bantuan barang, pemerintah juga membuka rekening donasi dari Negara lain serta lembaga internasional. Dana tersebut akan digunakan BNPB untuk melakukan tindakan ke daruratan serta aktivasi posko dan belanja logistic.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.