Jumat, 26 Oktober 2018



Seperti manusia gorilla juga menyukai makanan rasa asin. Saking cintanya dengan makanan asin, mereka sampai rela untuk mendaki gunung berapi dan rela mempertaruhkan nyawa mereka agar bisa mendapatkan makanan asin yang mereka inginkan.

Menurut tim dari Universitas Western Australia (UWA), gorilla yang tinggal di Pegunungan Virunga Rwanda kerap meninggal kan habitatnya di cagar alam. Setelah di selidiki, mereka mereka ternyata sedang mencari makanan tertentu yang tidak ada di area tempat tinggal mereka tinggal.

Tanaman yang sering dicari gorilla adalah kulit kayu eukaliptus, pohon yang hanya ada di luar taman nasional. Selain berburu kulit kayu eukaliptus di luar area taman nasional, gorilla juga suka mendaki gunung berapi untuk mencari jenis tanaman lainnya.

Perilaku gorilla yang nekat mendaki gunung dan pergi ke luar cagar alam sebenarnya sangat beresiko. Ia bisa meninggalkan konflik dengan manusia yang tinggal di sekitar cagar alam dan sangat mungkin terserang hipertemia ketika mendaki gunung.

Lantas apa yang di cari sampai rela untuk mendaki gunung berapi? Menurut laporan yang terbit di jurnal Biotropica, semua perilaku beresiko itu di lakukan gorilla untuk memenuhi kebutuhan garam atau sodium dalam makanan mereka.

Natrium atau sodium adalah mikronutrium yang sangat penting untuk berbagai  proses fisiologis seperti otot atau saraf, juga mempertahankan cairan di berbagai bagian tubuh. Kekurangan natrium dapat mempengaruhi mineralisasi tulang, pertumbuhan dan reproduksi.

“Defisit sodium dapat memicu rasa lapar. Inilah yang menyebabkan gorilla melakukan berbagai hal gila untuk bisa mendapatkannya,”kata Cyril  Grueter. Mamalia herbivore yang tinggal di hutan punya cara unik untuk mengatasi kekurangan natrium, termasuk menjilat, makan tanah atau substansi seperti tanah, makan tanaman kaya natrium.

Gorilla dan hewan herbivore yang tinggal di dataran rendah Afrika Tengah sangat mudah menemukan tanaman kaya sodium terutama pada pembukaan hutan rawa. Namun, gorilla gunung harus berusaha lebih keras dalam mendapatkan makanan asin di habitatnya. Ini karena tanaman merambat, kayu, dan daun yang ada di gunung hanya kaya protein tapi rendah sodium.

Dalam studinya, tim juga mengukur kandungan natrium di berbagai tanaman, termasuk kulit pohon eukaliptus yang paling sering di makan gorilla ketika berada di luar taman nasional dan empat jenis tanaman yang paling sering di makan di dalam cagar.

Ahli menemukan, kandungan kandungan sodium paling banyak ada pada kulit kayu eukaliptus, setidaknya 100 kali lipat lebih banyak. Semantara itu, makanan pokok yang gorilla di cagar alam relative miskin sodium.

Hal ini akhirnya menjelaskan mengapa gorilla mau mengambil resiko besar dan pergi keluar cagar alam. “Gorila-gorila mendapatkan dua per tiga lebih banyak natrium ketika mengonsumsi eukaliptus,”kata Gruetar.

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.