Anak-anak umumnya lebih menyukai makanan manis di banding sayuran. Kebiasaan tersepada akhirnya sering terbawa hingga tumbuh dewasa. Padahal, setiap orang idealnya menjalani pola makan dengan gizi cukup. Termasuk mengonsumsi sayur dalam jumlah yang tepat.
Namun, pengenalan sayur pada anak ternyata ada teriknya. Waktu pengenalan juga sanagat pentingagar anak terbiasa makan sayur. Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kesmenjelaskan, pengenalan sayur pada anak sebetulnya bisa di mulai ketika anak berada pada periode makanan pendamping ASI (MPASI) pertama, yaitu usia 6 bulan.
“ Pada saat itu sayur sudah boleh diberikan tapi campurkan dengan makanan seperti tepung , nasi yang dibikin bubur.” Demikian di ungkapkan Rita seusai peluncuran Dancow Inspiting Mom-2 di Almond Zucchini.
Namun, rita menganjurkan agar anak milai diperkenalkan dengan sayuran utuh ketika memasuki usia 8 bulan. Sebab, pada usia tersebut anak sudah mulai berkeinginan untuk memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya.
Ia mencontohkan, potongan wortel yang di sajikan waktu makan. Reflex anak akan membuatnya memasukkan wortel ke dalam mulut. Menurutnya, wajar jika pada awal pengenalan anak merasa tidak nyaman dengan rasa sayuran yang cendering basa.
“Biarkan saja. Biarkan ia mengenali rasa itu, sajikan berulang-ulang untuk sayur jenis lain dan lakukan selama kurun waktu empat bulan hingga usianya setahun,”tuturnya. Jika ketika memasuki usia setahun sudah terbiasa makan sayur utuh, Rita menjamin ke depannya anak tersebut tak akan menolah makan sayur karena sudah mengenalnya.
Adpun sayuran dilanjutkan, anatara lain daun bayam, labu siam, tomat tanpa kulit, kubis muda, dan wortel karena cenderung lunak. Ketika sudah mengenal rasa lima sayuran tadi atau memasuki usia 10 bulan, barulah anak di perkenalkan dengan jenis sayuran lainya secara bertahap.
“Kenalkan semua sayur tanpa kecuali karena anak memang harus mengenal semua jenis sayuran,”kata Rita. Ia menambahkan, masih banyak orang tua yang salah dalam pola asuhnya sehingga tidak mengenalkan sayur sejak anak berusia 8 bulan.
Ketika tidak dikenalkan sejak dini, anak kemudian cenderung enggan makan sayur karena tidak mengenal rasanya. Meski begitu, anak yang sudah berusia lebih dari setahun masih bisa dibiasakan untuk mengenal sayur.
Caranya, adalah mulai memperkenalkan sayur sedikit demi sedikit dengan cara menyembunyikan dalam makanan sehingga anak tidak bisa menyisihkannya. “ sambil orang tua memberi contoh, sugesti positif terhadap sayur, menceritakan hal baik tentang sayur dan akses anak terhadap sayur gampang,” kata Rita.
Ia menambahkan, pola makan anak di lingkungan luar rumah seperti sekolah juga berpengaruh. Ketika anak dibiasakan mengonsumsi sayur, maka perlahan ia akan menyukainya.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.