Sabtu, 04 Agustus 2018




Beberapa hari lalu, foto-foto bangkai paus biru yang langkah itu menjadi viral di media sosial. Foto ini di duga menunjukkan penangkapan para pemburu paus islandia. Menurut Persatuan Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN), paus biru belum pernah sengaja di buru dan di bunuh sejak 1978. Artinya, pemburuan terhadap paus biru merupakan tindakan ilegal. Ini membuat foto-foto tersebut menjadi masalah besar.

“Saya sepenuhnya tidak bisa sepenuh nya mengesampingkan bahwa itu mungkin paus hibrida, saya tidak melihat karakteristik yang akan menunjukan hal it,” ungkap Philip Clapham, petugas Pusat Ilmu Perikanan Alaska Badan Kelautan dan Atfosfer National AS (NOAA).

Dari foto-foto itu, semua karakteristik nya menunjukan paus biru terutama pada pola warna nya hampir tidak mungkin pengamat yang berpengalaman akan salah memperhatikan sebagai paus jenis lain.”sambung nya.

Meski begitu, perusahaan yang menangkap paus tersebut mengungkap kan hal berbeda.perusahaan Hvalur HF menyebut paus tangkapan nya adalah hibrida.

“saya benar-benar yakin itu adalah pau hibrida,” kata Kristjan loftsson yang mengelola Hvalur.

“Untuk kesalahan mengenali paus biru sebagai paus sirip tidak mingkin, paus ini memiliki karakteristik paus sirip laut,”sambung nya.

Loftsson juga menjelas kan bahwa ketika perusahaan melihat paus biru maka mereka akan meninggal kan nya. Mereka hanya mencari paus sirip saja.

Sebenar nya, ilandia bersama dengan negara-negara lain nya setuju untuk menghormati ke putusan Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional pada 1960 an.
ini berarti, pemburu paus biru di negara tersebut adalah ilegal.

Meski begitu, islandia masih memberi ijin untuk perburuan paus sirip. Mereka beralasan karena status paus tirip tidak terancam.
Menurut Konservasi Paus dan Lumba-Lumba, pemburu paus islandia telah membunuh empat ekor paus biru dan paus sirip hibrida.

 Paus sirip hibrida meripakan wilayah abu-abulegal di negara itu.hal ini membuka ke sempatan bagi para pemburu paus untuk mengatakan mereka melakukan ke salahan. Mlihat vial nya fato-fato tersebut, pemerintah islandia menjanjikan penyelidikan dan tes DNA untuk menentukan hewan ini. Namun para aktivis tidak puas dengan hal itu. Mereka berharap kasus ini membuka mata bahwa telah terjadi kerusakan di alam akibat pembunuhan paus .

“kami berharap itu bisa menutup pemburuan paus di islandia,”ujar Astrid Fuchs dari Konservasi Paus dan Lumba-lumba.

“Ini menegaskan apa yang di kata kan para ilmian selama bertahun-tahun bahwa penangkapan paus tidak dapat di atur karena selalu di luar kendali. Mereka berburu tapi tidak tau apa yang mereka tembak,”tegas nya.


Tagged: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.