Selasa, 31 Juli 2018




Ayam dan telor merupakan sumber protein hewani yang baik bagi tubuh. Masyarakat pun banyak mengkonsumsi nya, terlebih harga pangan komiditas tersebut terjangkau. Namun, sebulan terakhir masyarakat di kejut kan dengan lonjakan telor dan ayam yang tajam. Tak hanya pembeli,keluhan juga datang dari pedagang.

Hingga pekan terakhir pada bulan ini, harga ayam perkilo (kg) masih jauh di atas harga pasaran atau normal, yakni Rp. 36.975 per kilogram nya (kg).
Pedagang ayam di pasar mencos setiabudi, jakarta selatan, Murni (38), membanderol ayam yang di jual di kisarkan Rp. 45 ribu per kg nya. 

Masih di pasar mercon, pedagang lain, dimas (28), turut menjuat ayam di atas normal. Meski begitu,ia cukup senang karena harga ayam tersebut sudah terbilang turun di banding lebaran lalu.”kalau saya jual nya Rp 35 ribu per kg. Harga ini masih tinggi meski sudah turun di banding kan pekan sebelum nya. Agen lain , Nur (30), mematok harga telor Rp.26 ribu per kg.

Kenaikan tak hanya pada daging ayam, harga telur jga ikut terkerek , yuli(27), pedagang di pasar mecos kini menjual telur Rp. 25 ribu per kg. Harga ini di nilai masih tinggi meski sudah turun di bandingkan pekan sebelum nya. Agen lain nur (30), mematok harga telur Rp.26 ribu per kg.

“memang sempat Rp 30 ribu kan pas lebaran, sekarang sudah rurun. Tapi ini juga sebenar nya masih terbilang tinggi. Normal nya kan Rp.22 ribu per kg.”kata yuli.

Lonjakan harga ini sontak menuai respons,yayasan lembaga konsumen indonesia (YLKI) menilai pemerintah telah gagal mengendalikan harga telur dan ayam yang kini terus melambung di atas harga normal.

Sekretaris YLKI Agus Suyatno mengaku khawatir dengan harga telur dan ayam yang telampau tinggi. Sebab ke dua nya merupakan sumber gizi utama bagi masyarakat golongan menengah ke bawah.

“Kenaikan harga ini menjadi ke gagalan pemerintah dalam mengontrol ketersedian pangan.masyarakat, khawatir, sebab telur dan daging ayam selama ini menjadi sumber gizi masyarakat menengah ke bawah.”

YLKI menyaran kan pemerintah melacak keterjangkauan ke dua komoditas itu di tengah masyarakat. Kasus ini juga harus segera di jadi kan sebagai bahan evakuasi pemerintah, jika hal itu terus di biarkan, ia mengaku takut dampak nya akan melebar ke le produk olahan lain nya.

“Telur dan ayam ini akan tidak hanya untuk konsumsi, tapi juga jadi bahan dasar produk olahan lain.kenaikan harga ini otomatis bakal mempengaruhi produk- produk dan kegiatan usaha lain seperti pembuatan kue.

Selain itu dia pun menyebutkan, lonjakan harga telur dan ayam juga turut memberi kontribusi terhadap angka inflasi negara terakhir yang sebesar 0,25 %. Angka itu sudah di ambambang batas normal lantaran peninggian harga terjadi di luar EVENT-EVENT tertentu seperti hari raya.

Panggil Mentan

Komisi IV DPR RI berencana memanggil mentri pertanian (mentan) Amran Sulaiman guna meminta penjelasan terkait gejolak harga telur.

Anggota komisi IV DPR Zainut Tauhid mengatakan selama ini Kemenrian Pertanian (Kementan) kerap kerap menyuguhkan data yang tak konkrit dengan kondisi riil di lapangan. Salah satu terkait telur dan daging ayam yang harga nya kini melambung di pasa.

“Kementan sering mengatakan barang-barangnya ada dan cukup, namun faktanya harga di masyarakat tinggi. Ini akan berarti ada masalah,

DPR membutuh kan penjelasan yang konkrit dari Kementrian terkait persoalan ina. Namun yang terpenting di lakukan Kementan saat ini adalah segera mungkin mencari solusi mengatasi masalah ini.

Tagged: , , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.