Sabtu, 30 Juni 2018

PILKADA 2018 MESIN POLITIK PDIP DINILAI YANG TERBURUK

BUNDAPOKER
Kekalahan itu menurut Direktur pusat studi sosial politik Indonesia Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun diakibatkan dari buruknya kerja mesin politik partai berlambang kepala Banteng,Kontestasi pemilihan kepala daerah 2018 secara serentak di 171 daerah menjadi pukulan telak bagi partai pengusaha,PDIP setelah mengalami kekalahan di 11 provinsi.

Partai politik kelas menengah itu justru memanfaatkan strategi politik untuk kemenangan di 2019 mendatang,usai menghadiri satu diskusi di Jakarta Pusat,Ubedilah mengatakan PDIP dinilai tidak cukup gesit dengan partai politik menengah sekelas NasDem ataupun PAN.

Diawal masa deklarasi hingga kampanye pasangan yang didukung oleh Gerindra,PKS dan PAN itu tidak cukup diperhitungkan dalam kontestasi Pilgub Jawa Barat,bukurnya kerja mesin politik PDIP menurut Ubedilah terbukti apabila disandingkan dengan perolehan suara pasangan calon Gubernur Jawa Barat dan Wakilnya,Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Faktor tersebut dikatakan Ubedilah berasal dari kerja mesin politik di masa-masa akhir kampanye dan berhasil menempatkan posisi terbaik,namun diakhiri justru pasangan calon nomor urut 3 itu melejit dengan posisi kedua di bawah Ridwan Kamil-Uu Ruzhabul Ulum.

Atau tetap berada di posisi buncit dari empat pasangan calon di Pilgub Jawa Barat,Sementara posisi TB Hasanuddin-Anton Charliyan yang didukung PDIP tidak merangkak naik,yang paling signifikan di kasus Jawa Barat yang menaikkan elektoral mereka adalah mesin politik dan mereka melihat mesin politik bekerja itu justru di akhir-akhir kampanye itu dasar sekali mereka meneliti di hampir seluruh Jawa Barat ada kerja-kerja mesin partai itu yang muncul di lapangan.

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.