Selasa, 03 April 2018

Para anggota Komando Militer Cendrawasih Militer Indonesia (XVII) sedang memburu sekelompok orang sipil bersenjata di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, menyusul serangan yang merenggut nyawa seorang prajurit.

“Sekelompok tentara masih dalam pengejaran dan juga menginventarisasi kerusakan yang disebabkan oleh kelompok bersenjata. Tetapi semua penduduk selamat dan tidak ada korban sipil, kata juru bicara Komando Cendrawasih Kolonel M. Aidi dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa 04 April 2018.

Seorang prajurit, Prajurit Kelas Satu Vicky Irad Uba Rumpaidus, tewas dalam aksi baku tembak antara militer dan kelompok di desa Utikini, Mimika, pada hari Minggu. Dia meninggal setelah diduga ditembak di pelipis kanannya.

Baku tembak itu juga menelan korban jiwa dan melukai beberapa penyerang bersenjata.

"Dari pemantauan pesawat tak berawak, kami melihat dua anggota tewas dan yang lain terluka sebelum melarikan diri ke hutan," kata Aidi.

Sebelum insiden itu, kelompok itu diduga mengamuk dengan mengatur rumah penduduk, rumah sakit dan gedung sekolah terbakar.

Kelompok itu diduga telah menguasai beberapa desa di distrik Tembagapura, yaitu Utikini, Longsoran, Kimbeli, Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, Aidi mengklaim, menambahkan bahwa pihak berwenang khawatir bahwa itu adalah bagian dari peringatan kelompok itu kepada TNI dan polisi. bahwa itu menginginkan pertarungan terbuka.

Untuk mengambil kembali desa-desa, TNI telah mengerahkan kelompok-kelompok prajurit ke daerah-daerah sasaran.

"Mereka tampaknya telah siap untuk menyambut personil keamanan, karena itu adu tembak," katanya.

Serangan dari penyerang bersenjata di daerah itu merajalela tahun lalu, ketika penyerang diduga menahan 1.300 warga di beberapa desa saat meluncurkan serangan terhadap personil keamanan.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.