Selasa, 13 Maret 2018

PRABOWO AKAN MENGHADAPI PERJUANGAN BERAT 'MENANTANG' JOKOWI

PRABOWO AKAN MENGHADAPI PERJUANGAN BERAT 'MENANTANG' JOKOWI
PRABOWO AKAN MENGHADAPI PERJUANGAN BERAT 'MENANTANG' JOKOWI
Untuk mencegah pemilihan presiden 2019 tidak terkonsentrasi hanya pada dua tokoh - Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Prabowo Subianto - Demokrat membentuk koalisi mereka sendiri dengan politisi pendatang baru Agus Harimurti Yudhoyono, putra mantan presiden dan pemimpin partai patron Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai karakter utama.

Agus, 39, yang telah dipuji secara luas sebagai tokoh politik muda berbakat, secara resmi diperkenalkan ke publik dalam sebuah pertemuan nasional pimpinan partai di Bogor, Jawa Barat pekan lalu. Partai Demokrat telah mendekati Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), namun ketiga partai tersebut belum membuat keputusan akhir.

Pakar politik Muhammad Qodari dari jajak pendapat berbasis di Jakarta Indo Barometer mengatakan akan sulit untuk menantang Jokowi dan Prabowo. Partai Demokrat, yang memiliki lebih banyak kursi DPR daripada PKB dan PAN, hanya memiliki Agus sebagai calon presiden. Pakar pertanyaan apakah ketua PAN Zulkifli Hasan atau ketua PKB Muhaimin Iskandar akan menerima nominasi Agus karena mereka jauh lebih berpengalaman dari dia di bidang politik.

Agus memulai karir politiknya di akhir tahun 2016, saat dia pensiun dari karir militernya untuk menghadiri pemilihan di Jakarta. "Jika Agus datang dengan Muhaimin, akankah Zulkifli menerimanya? Atau apakah Agus berjalan dengan Zulkifli, apa yang tersisa untuk Muhaimin?" Tanya Qodari.

Demokrat, yang membutuhkan pertolongan dari kedua belah pihak untuk berhasil, hanya memiliki 61 kursi di DPR. UU Pemilu mensyaratkan partai atau koalisi partai politik untuk mengamankan setidaknya 112 kursi parlemen sebelum mencalonkan calon presiden atau wakil presiden.

Partai Demokrat cenderung menuntut pencalonan Agus, yang lebih memenuhi syarat daripada Muhaimin atau Zulkifli, menurut survei. Namun, langkah tersebut berisiko mengasingkan PKB dan PAN. "PKB dan PAN bisa masuk koalisi Jokowi atau Prabowo," kata Qodari. Spekulasi marak bahwa Yudhoyono bisa bergabung dengan koalisi Jokowi, asalkan Agus adalah pasangan jokowi.

Pakar politik Emrus Sihombing Universitas Pelita Harapan mengatakan Agus terlalu muda untuk menjadi wakil presiden. "Dia terlalu muda untuk duduk sebagai wakil presiden, seperti bagaimana dia pensiun terlalu dini dari karir militernya," kata Emrus.

Jika Agus melangkah maju sebagai calon presiden atau wakil presiden, mungkin akan mengganggu anggota partai senior, kata Emrus. "Anggota senior lainnya yang sudah lama berpesta dan mulai dari awal mungkin cemburu," katanya.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.