Jumat, 16 Maret 2018


Satu unit helicopter militer milik Amerika Serikat terjatuh tepai di negara Irak bagianbarat dengan membawa sebanyak tujuh pasukan di dalamnya. Para pejabat Amerika Serikat sendiri menyatakan bahwa helicopter miliknya tersebut terjatuh bukan karena di tembaki oleh musuh yang ada di Irak bagian Barat.

Terdapat dua orang pejabat Amerika Serikat yang mengklaim bahwa kondisi anonim dan yang mengutip laporan awal terkait dengan kejadian tersebut mengatakan bahwa helicopter militer tersebut merupaka helicopter militer milik Amerika Serikat dengan tipe HH - 60 Pave Hawk. Dimana Helicopter tersebut terjadi di sekitar area al-Qaim, sebuah kota kecil yang berada di Provinsi Anbar yang sangat dekat dengan perbatasan Suriah pada hari Kamis petang kemarin.

Salah seorang dari dua pejabat Amerika Serikat terbut juga menyatakan bahwa mungkin saja terdapat korban tewas dalam kejadian tersebut. Dirinya juga mengklaim bahwa sama sekali tidak ada indikasi jika helicopter tersebut di jatuhkan oleh tembakan dari musuh yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Komando Pusat Amerika Serikat sendiri telah menyatakan bahwa terdapat sebuah kendaraan militer yang membawa beberapa pasukan Amerika Serikat jatuh tepat di Irak bagian barat.

"Tim penyelamat merespons lokasi pesawat yang jatuh saat ini," bunyi pernyataan Komando Pusat AS, seperti yang di sampaikan oleh media ketika mewawancarai pada hari Jumat tanggal 16 Maret 2018.


Detil lebih dalam terkait dengan kejadian tersebut hingga kini masih belum di ketahui. Akan tetapi, Komando Pusat menyatakan bahwa sebuah investigasi akan di operasikan untuk mencari tahu detil serta apa penyebab kejadian tersebut.

Ahmed al-Mahlawi selaku Wali Kota al-Qaim sendiri menyatakan bahwa Reuters terdapat tujuh orang di dalam helicopter tersebut.

Amerika Serikat juga menyatakan bahwa pihaknya memiliki sekitar kurang lebih 52 tentara yang berada di Irak dimana pasuikan tersebut juga bagian dari koalisi yang berperang melawan militer dari islamic State atau ISIS.

Dan perlu di ketahui bahwa pada akhir tahun 2017 kemarin, Haider al-Abadi selaku Perdana Menteri Irak menyatakan bahwa kemenangan akhir atas ISIS, setelah kelompok militan tersebut menguasai sekitar satu pertiga dari wilayah Irak selama kurang lebih 3 tahun lamanya.

LIHAT JUGA : INI DIA HARIMAU PEMBUNUH MANUSIA DI RIAU

Tagged: , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.