GUNDUKAN BATU MISTERIUS DI SUKABUMI AKHIR NYA DIBONGKAR
Puluhan tumpukan batu yang menyerupai bidak catur, yang sempat menggemparkan di Sungai Cibojong akhirnya berhasil dibongkar setelah dilakukan musyawarah oleh Muspika ( Musyawarah Pimpinan Kecamatan ) Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
" Kemunculan puluhan tumpukan batu tersebut sempat sempat membuat gempar masyarakat sampai akhirnya menjadi viral di media sosial. Bahkan sampai saat ini masih banyak orang yang datang ke Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu hanya untuk melihat tumpukan batu tersebut yang menyerupai bidak catur, " ungkap Camat Cidahu Ading Ismail di Sukabumi, Minggu 04 Februari 2018.
Ismail menilai jika pembongkaran tersebut dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan pihak Muspika dan akhirnya memutuskan untuk dibongkar untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.
Ditambah lagi semenjak tumpukan batu tersebut menjadi viral di media sosial sampai sekarang ini banyak orang yang mengaitkan kemunculan batu tersebut dengan hal yang berbau mistik, sehingga khawatir akan menuju ke hal yang musyrik.
Tidak hanya itu saja pembongkaran terhadap tumpukan batu tersebut juga bertujuan untuk menghindari adanya korban jiwa, karena terlalu banyak warga yang datang ke sungai, dimana saat ini musim penghujan sedang turun, karena khawatir tiba-tiba terjadi banjir bandang yang bisa menyebabkan kecelakaan.
" Yang sebenarnya tumpukan batu tersebut memang berasal dari tangan kreativitas atau para pelaku seni, namun alangkah baiknya dilakukan di tempat yang tepat dan jangan sampai mengundang kehebohan seperti ini," tambahnya.
Di satu sisi, ada salah satu warga bernama Ramdani yang sangat menyayangkan jika hasil seni tersebut harus dibongkar, padahal filosofi orang yang membuatnya tumpukan batu sehingga menyerupai bidak catur dan keraton tersebut sebagai bentuk ekspresi agar selalu menjaga kebersihan sungai.
" Ini murni merupakan bentuk karya seni, yang seharusnya tidak perlu di lakukan pembongkaran, namun pihak Muspika menghimbau saja untuk tidak dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistik," tutupnya.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.