Diberitakan bahwa dari Hal tersebut
terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda,tepatnya bandara utama provinsi Aceh, terletak di
Kabupaten Aceh Besar. Dan banyak komnentar komentar positif dengan hal tersebut,
karena disetiap bandara tidak ada konsep seperti itu dan hanya ada di bandara
sultan iskandar muda.
"Saya pikir ini ide bagus
karena ini bagian dari syariah dan hanya di Aceh. Saya mendukungnya, "kata
Budi di Jakarta pada hari Rabu saat di konfimasi.
Sebelumnya, Mawardi telah
mengirim surat ke semua general manager maskapai penerbangan yang terbang ke
Aceh meminta mereka untuk meminta awak kabin wanita mengenakan jilbab.
Dijelaskan di Surat-surat
tersebut telah dikirim pada 18 Januari lalu dipublikasikan di media sosial awal
pekan ini.
Menurut pendapat Budi Karya,
bagaimanapun, menekankan bahwa peraturan tersebut hanya akan diterapkan di
Aceh, dan bukan di wilayah lain di Indonesia.
Maka dari itu Sementara Lion
Group, yang mengendalikan Lion Air, Batik Air dan Wings Air, telah menyatakan
kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dari penjelasan dari Komunikasi
korporat Lion Group Ramditya Handoko mengatakan setiap maskapai penerbangan di
bawah kelompok tersebut akan menyiapkan pakaian khusus untuk awak kabin wanita
di Bandara Sultan Iskandar Muda dan bandara lain dimana maskapai penerbangan
memiliki rute ke Aceh.
"Kami akan menyiapkan
pakaian di bandara. Anggota kru kami bisa mengganti seragam mereka di bandara.
Kami menghormati peraturan yang diperkenalkan oleh pemerintah daerah,
"Ramditya menambahkan,






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.