Pemerintah kota Depok pada tahun ini akan terus mengupayakan segala jenis masalah terkait dengan ketahanan pangan untuk kembali memberikan antisipasi akan berkembangnya geng motor di kota Depok. Lain dari pada itu, Pemerintah kota Depok juga di ketahui akan memberikan CCTV tambahan dan akan memberlakukan jam batasan untuk operasional toko - toko yang ada.
Idris Abdul Shomad selaku Wali Kota Depok sendiri menyatakan bahwa ternyata masih di perlukanya pengubahan persepso di dalam merevitalisasi ketahanan keluarga, agar hal tersebut tidak hanya di jadikan kewajiban untuk satu orang anggota keluarga saja.
"Mewujudkan ketahanan keluarga tidak hanya tanggungjawab istri, suami, atau anak, melainkan semua harus terlibat dan bertanggung jawab," katanya kepada wartawan, Senin (1/1/2018).
Dirinya juga menjelaskan akan adanya Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga atau LK3 yang akan selalu siap memberikan bantuan untuk mewujudkan keinginan keluarga yang sejahtera di Kota Depok. Dimana setiap keluarga yang ada di Depok harus merasakan terbebas dari berbagai jenis permasalahan yang ada guna mempertahan kekuatan sebuah keluarga.
"Seluruh volunter dan pengurus LK3, diharapkan dapat memberikan sesuatu yang berharga dalam hidup kita di dalam usaha ketahanan keluarga. Dengan keluarga yang kuat, bisa menangkal hal negatif yang ada di sekitar kita," tuturnya.
terkait dengan kasus geng motor yang sering sekali terjadi tanpa henti, Idris juga menerangkan bahwa ketahanan keluar cukup penting untuk mencegah terbentuknya geng motor. Dimana hampir dari seluruh pelaku geng motor merupakan anak remaja dan ada juga yang masih berada di bawah umur. "Ketika ditanyakan kepada pelaku, ternyata anak ini broken home. Ini dilihat dari sisi ketahanan keluarga," ujarnya.
Idris juga menegaskan, bahwa untuk meminimalkan adanya perbuatan kriminal, dirinya merencanakan bahwa pada tahun 2018 ini mereka akan memperbanyak jumlah CCTV. "Dari sisi infrastruktur tahun 2018 kita perbanyak CCTV. Untuk pemasangannya akan ditentukan bersama dengan pihak kepolisian," ungkapnya.
Lain dari pada itu, idris juga memiliki harapan untuk memperbanyak jumlah pos terpadu tiga Pilah. "Saya minta diperbanyak pos terpadu tiga pilar yang selama ini ada di kelurahan. Nantinya tidak hanya di kelurahan saja melainkan di jalan juga ada," katanya.
Mengenai peraturan akan adanya pembatasan pada jam operasional toko yang buka hingga 24 jam, sampai pada waktu ini di khususkan untuk toko yang non ritel masih belum memiliki peraturan tentang jam kerja operasionalnya. "Yang sudah ada peraturannya untuk usaha ritel. Saya harap aturan jam tutup toko bisa diatur pula sehingga bisa meminimalisir aksi kejahatan," tandasnya.
LIHAT JUGA : BUNUH PACAR SENDIRI MENJADI AWAL TAHUN YANG MENYENANGKAN BAGI PRIA INI






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.