Selasa, 09 Januari 2018


Wawan Sutiono alias Babes yang dikatahui memiliki ilmu semar masem di ketahui memiliki 41 orang korban pencabulan yang sebelumnya adalah 25 orang. Polisi memungkin kan bahwa dalam skala besar sepertinya jumlah korban pencabulan akan bertambah.

"Iya ada 16 orang korban yang bertambah hingga saat ini," kata Kapolres Tangerang Kota, Komisaris Besar Sabilul Alif kepada Kriminologi di Tangsel, Senin, 8 Januari 2018.

Kalpores setempat juga menyatakan bahwa pertambahan korban yang telah di cabuli oleh Babeh yang kini menginjak usianya yang ke 49 tahun tersebut terus bertambah dengan adanya laporan dari berbagai anggota keluarga korban. Dengan ini Kapolres setempat sendiri memperkirakan bahwa jumlah korban akan terus bertambah.

"Kemungkinan korban masih akan bertambah," kata Sabilul.

Babeh sendiri sesuai dengan keterangan yang telah di dapatkan oleh polisi telah melakukan tindak sodomi terhadap 25 orang anak laki - laki. Babeh mengatakan bahwa dirinya mempunyai suatu perasaan untuk tertarik dengan bocah yang berjenis kelamin sama dengan dirinya semenjak dirinya di tinggalkan oleh istrinya karena tengah bekerja menjadi seorang TKI di Malaysia pada bulan Desember tahun 2016 lalu.

Di karenakan Babeh sering bergumul dengan anak - anak, karena itulah dirinya memilih anak - anak untuk melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak - anak yang datang kepadanya.

"Karena anak-anak sering datang akhirnya rasa itu kemudian timbul sejak istri saya pergi,"  ujar Babeh yang dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Polresta Tangerang, Jumat 5 Januari 2018.

Babeh pun menjalankan aksi bejatnya tersebut berbekalkan modus akan mengajarkan ilmu semar mesem yang dimilikinya. Serta Babeh juga telah mendirikan sebuah gubuk yang terletak di Kampung Sakem, Rajeg Kabupaten Tangerang pada bulan April 2017 lalu. Dan di dalam gubuk semi permanen tersebutlah babeh sering di datangi oleh anak - anak yang ingin belajar ilmu semar mesem denganya. Akan tetapi Babeh justru memanfaatkan hal tersebut untuk melakukan tindakan pencabulan kepada anak - anak yang datang kepadanya.

Dan di ketahui bahwa peristiwa pencabulan oleh Babeh tersebut pun terbongkar pada bulan Desember 2017 lalu. Dimana pada saat itu Babeh telah menyodomi 3 orang anak laki - laki di dalam gubuknya tersebut. Salah satu korban yang merasa tidak tahan dengan rasa sakit pun memberanikan diri untuk menceritakan apa yang telah di alaminya kepada orang tuanya.

Tidak dapat menerima apa yang telah di lakukan Babeh kepada anak nya, orang tua anak tersebut dengan segera melaporkan perbuatan Babeh ke Polsek Rajeg. Dengan adanya laporan tersebut, Babeh pun dengan segera di ciduk dari gubuk cabulnya. Dengan seketika Babeh sendiri tidak berdaya ketika di hadapkan dengan 25 orang anak yang menyatakan bahwa mereka telah di sodomi oleh Babeh.

Perlu di ketahui bahwa Babeh ternyata adalah mantan guru honorer sekolah dasar terbutpun menyatakan bwah dirinya melakukan hal tersebut karena khilaf.

Atas perbuatan cabulnya tersebut, Babeh pun mau tidak mau harus terjerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

LIHAT JUGA : 2018 JADI TAHUN PEMUTIHAN PENIS DI THAILAND

Tagged: , , , , , , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.