Selasa, 10 Oktober 2017

TOLAK TIP TANGAN HELPER DI BANDARA SOEKARNO HATTA BENGKAK 

TOLAK TIP TANGAN HELPER DI BANDARA SOEKARNO HATTA BENGKAK
TOLAK TIP TANGAN HELPER DI BANDARA SOEKARNO HATTA BENGKAK 

Keadaan tidak nyaman dialami Sukri (42), Bandara Penolong Soekarno-Hatta International (Soetta), Tangerang, Banten. Karena ia menolak tip dari penumpang, tangannya bengkak karena diremas oleh penumpang. Tindakan Sukman yang patut dipuji yang menolak tip dari penumpang disalahpahami. Manajer Bandara Soetta juga menghargai langkah-langkahnya, meski masih merasa prihatin dengan takdir yang terjadi.

Manajer Komunikasi Cabang PT Angkasa Pura II Bandara Soekarno-Hatta, Dewandono Prasetyo Nugroho mengatakan bahwa pihaknya menghargai dedikasi Sukri yang sangat tinggi sebagai pegawai bandara yang menolak tip tersebut. Menurutnya, aturan penolong bandara mengatakan tidak mendapat tip dari pengunjung yang telah diterapkan. Sebagai karyawan berpengalaman, Sukri sangat menyadari larangan tersebut.

"Kami sangat menghargai Bapak Sukri, sebagai penolong bandara yang masih memberi harapan kepada Indonesia, bahwa selalu ada orang baik yang dilupakan," kata Dewandono pada hari Selasa (10/10). Dia menambahkan, sebelumnya Sukri pernah bekerja sebagai portir di Terminal 2 Bandara Soetta. Dia telah melayani di bandara tersibuk di Indonesia selama 11 tahun dan berperilaku sangat baik.

Sementara itu, Sukri yang ditemui di Terminal 2 Bandara Soetta mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi lima hari lalu. Saat itu, dia membantu penumpang pesawat. "Memang benar terjadi lima hari yang lalu, hal itu terjadi di pagi hari, saya membawa tujuh koper penumpang, lalu saya menolak tip," katanya.

Ditolak, penumpang memaksanya. Namun, Sukri tetap tidak bergerak dan lebih keras untuk menolaknya. Tapi penumpang bahkan meremas tangannya, sampai bengkak. "Dia mengguncang saya, uangnya terselip di tangan saya, saya membuka tanda yang saya tolak, tapi malah terjepit, terpaksa pegang kuat, dia bilang kenapa enggak mau," jelasnya.

Penumpangnya, lanjut Sukri, juga meminta gajinya berapa, jadi dia menolak uang. Tapi pertanyaan itu tidak dijawab secara rinci, cukup dibilang cukup gaji untuk nyawanya. "Lalu saya meninggalkan penumpang, takut dia masih dikejar, dan ketika saya memastikan pengguna layanan naik, saya kembali bekerja untuk membantu penumpang lain," katanya.

Setelah itu, dia hanya merasakan sakit di tangannya. Tangan Sukri berubah menjadi biru dan bengkak. Acara ini ternyata bisa diketahui teman-temannya dan diupload ke social media.

Tagged: ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.