Kamis, 05 Oktober 2017


Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menerima selusin senator yang sudah mengirimkan sebuah surat dengan maksud untuk memasukan Korea Utara ke dalam daftar negara sponsor terorisme.

Desakan - desakan tersebut ada di karenakan tekanan dari orang tua dari Otto Warmbier, mahasiswa Amerika Serikat yang meninggal dunia setelah mengalami koma saat menjali hukuman kerja paksa di Korea Utara. Orang tua Warmbier, Fred dan Cindy Warmbier yaitu putranya koma dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya akibat menerima siksaan aparat rezim Kim Jong - un di Pyongyang.

Surat tersebut diketahui di kirim dari enam senator Partai Demokrat dan enam Senator Republik. Ini adalah sesuatu yang sangat diinginkan oleh Warmbier,” kata Senator Rob Portman kepada USA Today. Portman mengirim surat itu bersama Senator Mark Warner.

Departemen Luar Negeri juga sudah mengkonfirmasi kepada The Hill kalau mereka sudah mendapatkan surat - surat itu dan tengah mencari solusi dari permintaan tersebut. ”Kami sudah menerima suratnya, sedang mengkaji ulang, dan akan merespons,” kata departemen itu melalui seorang juru bicara yang dikutip Jumat (6/10/2017).

Dan di ketahui bahwa surat tersebut juga di tanda tangani oleh Sherrod Browsn, Ted Cruz dan juga Marco Rubio.

Dan pada saat ini di ketahui bahwa Ayah serta ibu Warmbier pada saat di wawancarai di " Fox & Friends " pada bulan kemarin ternyata pernah meminta pemerintah Amerika Serikat untuk memasukan Korea Utara kedalam negara sponsor terorisme. Dimana Pyongyang di tuduh menculik Warmbier.

”Kami melihat Korea Utara mengklaim sebagai korban dan dunia memilih mereka. Dan kami di sini akan mengatakan bahwa Korea Utara bukan korban, mereka adalah teroris,” kata Fred Warmbier.

Terdapat tiga negara yang sudah masuk sebagai negara sponsor terorisme oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Dimana ketiga negara tersebut adalah Suriah, Sudan, dan Iran.

Di ketahui juga pada tahun 1988 sampai dengan tahun 2008 Korea utara ternyata pernah masuk ke dalam daftar tersebut, tepat ketika Groge W Bush mengubah status tersebut sebagai salah satu bagian dari kesepakatan dengan Pyongyang untuk mengekang pengembangan senajata nuklir mereka

Tagged: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.