PASUKAN KEAMANAN SAUDI DISERANG DI GERBANG KOTA JEDDAH
![]() |
| PASUKAN KEAMANAN SAUDI DISERANG DI GERBANG KOTA JEDDAH |
Seorang pria bersenjata pada hari Sabtu melaju ke sebuah gerbang istana raja di kota Jeddah, Jeddah, dan melepaskan tembakan, menewaskan sedikitnya dua petugas keamanan dan melukai tiga lainnya sebelum ditembak mati, menurut para pejabat. Seperti dilaporkan Al Jazeerah, penyerang, yang diidentifikasi oleh kementerian dalam negeri sebagai Mansour al-Amri, seorang warga Saudi berusia 28 tahun, dipersenjatai dengan senapan Kalashnikov dan tiga bom molotov.
Amri turun dari kendaraannya di sebuah pos pemeriksaan di luar gerbang barat menuju Istana Al-Salam dan mulai menembak. Menurut Saudi Press Agency. Penjaga kerajaan menembaknya mati di tempat. Istana, tempat keluarga kerajaan melakukan bisnis resmi selama bulan-bulan musim panas, terletak di sebelah Jalan Raja Abdulaziz dan Jalan Andalus di tepi pantai kota Laut Merah. Raja Saudi Salman saat ini berada di luar kerajaan dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Rusia.
Amri tidak memiliki catatan kriminal atau hubungan yang diketahui dengan kelompok bersenjata, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mansour al-Turki, yang berbicara melalui telepon ke televisi al-Arabiya. Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan motif serangannya, tambah Turki. Sebelumnya pada hari Sabtu, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi telah memperingatkan warga AS untuk berhati-hati di daerah sekitar istana tersebut setelah melaporkan adanya media sosial sebuah serangan di sana.
"Karena kemungkinan aktivitas polisi yang sedang berlangsung, warga Amerika disarankan untuk berhati-hati saat bepergian melalui daerah tersebut," kata kedutaan tersebut Kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan negara Islam baru-baru ini Irak dan Levant (ISIL juga dikenal sebagai ISIS) telah melakukan sejumlah serangan di Arab Saudi.
Penyerang telah menargetkan masjid Syiah di provinsi timur negara itu tempat sebagian besar minoritas Syiah berbasis, dan juga pasukan keamanan. Pekan ini, polisi Saudi menyerbu tempat persembunyian sel "teror" yang terkait dengan ISIL, menewaskan dua orang dan menahan lima orang, menurut badan keamanan nasional tersebut.
Badan Keamanan Negara mengatakan bahwa polisi menggerebek tiga tempat persembunyian di ibukota, Riyadh, dan saling tembak menembak di salah satu dari mereka, kantor berita SPA melaporkan pada hari Kamis. Di provinsi timur negara bagian mana sebagian besar minoritas Syiah berbasis, dan juga keamanan. kekuatan.
Pada bulan Juli tahun ini, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa mereka menggagalkan serangan terhadap Masjidil Haram di kota suci umat Islam Mekkah, yang mereka salahkan mengenai ISIL. Ratusan warga Saudi telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok tersebut.






0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.