Senin, 23 Oktober 2017

EMPAT ALASAN PERIHAL PENOLAKAN JENDERAL GATOT KE AS

EMPAT ALASAN PERIHAL PENOLAKAN JENDERAL GATOT KE AS
EMPAT ALASAN PERIHAL PENOLAKAN JENDERAL GATOT KE AS
Terkait dengan larangan Panglima TNI ke wilayah Amerika Serikat (AS), sejumlah penyimpangan meninggalkan banyak pertanyaan.

Inilah empat kecanggungannya:

1. Panglima TNI Gatot Nurmantyo secara resmi diundang oleh Staf Umum AS dan telah mendapatkan visa yang valid. Aneh kalau seorang perwira militer negara resmi diundang, namun tiba-tiba disuruh untuk tidak masuk sesaat sebelum pergi.

2. Pemberitahuan larangan masuk melalui staf maskapai Emirates. Jika larangan masuk itu resmi, mengapa pihak berwenang AS tidak menyerahkannya langsung ke TNI atau pemerintah Indonesia? Apalagi AS punya kedutaan di jakarta.

3. Duta Besar AS, Joseph Donovan meminta maaf, namun tidak dapat menjelaskan alasan mengapa Panglima TNI tiba-tiba dilarang masuk ke AS meski diundang secara formal.

4. Jenderal Gatot "bersih" dari kritik Washington. Dia tidak berada di "daftar hitam" perwira militer yang melarang masuk AS. Secara umum, Washington melarang masuknya perwira militer sebuah negara karena tuduhan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, tuduhan tersebut tidak pernah ada untuk Jenderal Gatot.

Terkait penolakan ini, Wakil Duta Besar AS, Erin Elizabeth McKee sendiri telah meminta maaf. Washington juga secara resmi mencabut larangan masuk untuk perwira militer Indonesia ini. McKee telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi pagi ini. "Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan insiden ini dan kami mohon maaf," kata McKee kepada wartawan.

"Sama sekali tidak ada masalah dengan kemampuannya (General Gatot) untuk bepergian ke AS. Kami menyambutnya, Kedutaan Besar bekerja sangat keras untuk memahami apa yang sedang terjadi," katanya. Menteri Luar Negeri Retno sendiri masih belum bisa menjelaskan alasannya, karena Kedubes AS di Jakarta juga nampaknya masih bingung.

"Kami katakan bahwa kami masih menunggu klarifikasi, penjelasan mengapa ini terjadi," kata Retno kepada wartawan di Jakarta.

"Ada perasaan mendesak untuk hal ini yang telah kami sampaikan kepada mereka. Pejabat AS mencoba berkoordinasi dengan pihak berwenang AS untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," katanya.

Tagged: , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.