Tampilkan postingan dengan label pristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2020

BUNDAPOKER

Militer AS pada hari Senin mengungkapkan lompatan lebih dari 50 persen dalam kasus cedera otak traumatis yang berasal dari serangan rudal Iran di sebuah pangkalan di Irak bulan lalu, dengan jumlah anggota layanan yang didiagnosis naik menjadi lebih dari 100. Iran meluncurkan rudal balistik terhadap dua fasilitas di Irak di mana pasukan AS didasarkan pada 8 Januari. 

Sebagai pembalasan atas pembunuhan AS terhadap Pengawal Revolusi Jenderal Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak di bandara Baghdad sebelumnya. Iran mengklaim bahwa serangan itu menewaskan lebih dari 80 tentara AS dan sekutu. Sementara itu, AS awalnya bersikeras tidak ada cedera, tetapi sejak itu merevisi penilaian itu berulang kali.

Trump mengatakan 'semuanya baik-baik saja' setelah Iran menyerang pangkalan AS di Irak. Serangan-serangan rudal itu mengakhiri spiral kekerasan yang telah dimulai pada akhir Desember. Kedua belah pihak telah menahan diri dari eskalasi militer lebih lanjut, tetapi meningkatnya jumlah korban AS dapat meningkatkan pengawasan pada pendekatan administrasi Trump ke Iran.

Pentagon mengkonfirmasi pada hari Senin bahwa sejauh ini 109 anggota layanan AS telah didiagnosis dengan cedera otak traumatis ringan, di mana 76 atau 70 persen dari mereka telah kembali bertugas. Tidak ada detail tambahan tentang status 33 sisanya. Gejala cedera concussive termasuk sakit kepala, pusing, sensitivitas terhadap cahaya dan mual. 

Pejabat Pentagon telah berulang kali mengatakan tidak ada upaya untuk meminimalkan atau menunda informasi tentang cedera concussive. Tetapi pengungkapan setelah serangan Teheran telah memperbaharui pertanyaan mengenai kebijakan militer AS mengenai bagaimana secara internal melaporkan dugaan cedera otak dan apakah mereka diperlakukan secara publik dengan urgensi yang sama seperti kehilangan anggota tubuh atau nyawa.

Presiden AS Donald Trump tampaknya mengecilkan cedera otak bulan lalu, mengatakan ia "mendengar bahwa mereka mengalami sakit kepala dan beberapa hal lain. Setelah serangan itu, yang memicu kritik dari anggota parlemen dan kelompok veteran AS. Berbagai kelompok kesehatan dan medis selama bertahun-tahun telah berusaha meningkatkan kesadaran tentang keseriusan cedera otak, termasuk gegar otak. Sejak tahun 2000, sekitar 408.000 anggota layanan telah didiagnosis dengan cedera otak traumatis, menurut data Pentagon.

Rabu, 06 November 2019


BUNDAPOKER

Setidaknya 15 orang tewas dan lima lainnya cedera dalam serangan oleh gerilyawan di provinsi Yala, Thailand selatan, menurut laporan pada hari Rabu. Insiden itu terjadi pada Selasa malam; identitas para militan tetap tidak diketahui. Sejak 2004, provinsi Thailand Pattani, Yala, Narathiwat telah berada dalam cengkeraman konflik yang menyebabkan banyak korban.

Pada hari Rabu, Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha menyatakan belasungkawa kepada para korban insiden dan mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi penyerang di Thailand dan mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi kekuatan penuh dari hukum Thailand.

Perdana menteri, yang dikutip di media, mengatakan bahwa Thailand adalah negara yang damai dan tidak akan mentolerir mereka yang mencoba merongrong kedaulatan negara."Biarkan saya memberi tahu Anda, para penyerang ini tidak manusiawi," kata Prayut, memberi tahu keluarga para korban: "Saya tidak akan meninggalkan Anda."

Perdana menteri memerintahkan otoritas keamanan dan administrasi untuk menawarkan semua bantuan yang mungkin kepada mereka yang terkena dampak dan untuk memberikan dukungan moral.

Senin, 28 Oktober 2019


BUNDAPOKER

Suham (33) yang telah membacok hingga tewas nya Sukamto (38) telah di tangkap. Suham mengaku tak menyesali perbuatan nya, meski perbuatan nya itu dilakukan di depan putri korban. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah celurit yang di gunakan untuk membacok korban. Kepada polisi, pelaku tidak menyesal sedikitpun perbuatan nya setelah membantai korban di depan anak perempuan nya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD.

“Saya tal menyesal. Saya bunuh dia karena telah berselingkuh dengan istri saya. Saya bacok dia sebanyak 3 kali di bagian tengkuk nya dan leher, hingga tewas,”kata Suham di Mapolres Probolinggo, senin (28/10). Pelaku mengatakan pelaku telah lama berselingkuh dengan istrinya saat dia bekarja di Malaysia.

“Saya tahu karena sempat saya pergoki saat dia tidur dengan istri saya. Tapi saat itu dia kabur ke Papua, hingga akhirnya saya bisa bertemu kembali dengan nya,”jelas Suham. Kapolres Probolinggo AKBP Addwi Kurnianto mengatakan pelaku sudah lama mengincar korban. Meski beberapa kali telah dilakukan mediasi, namun tidak membuahkan hasil.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nya pelaku, kata Eddwi, pelaku akan di jerat dengan Pasal tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman seumur hidup.”Jadi untuk motif ini karena cemburu istrinya selingkuh. Maka dari itu, pelaku kemudian nekat membunuh korban,”kara Eddwi. Diberitakan sebelumnya, Sukamto di bunuh di depan anak perempuan nya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. Korban tewas di area kebun kopi dengan luka bacok di tengkuk atau leher belakang nya.

Rabu, 16 Oktober 2019


BUNDAPOKER

Nenek berisia 71 tahun di Mojokerto di temukan terbakar di kebun bamboo belakang rumahnya. Korban terbakar saat berusaha memakamkan api yang membakar kebun tersebut. Korban di ketahui bernama Sawinah (71), warga Dusun Karangnongko , Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kanit Reskrim Sooko Ipda Abdul Wahid mengatakan, sebelum tewas korban sedang membersihkan pekarangan rumahnya.

Sekitar pukul 09.00, korban lantas membakar sampah di dekat kebun bamboo di belakang rumahnya di luar dugaan korban, api pembakaran sampah itu menjalar ke kebun bamboo. Seketika korban panic karena khawatir api membakar kebun bamboo tersebut.”Saat korban mencoba memadamkan api diduga terjatuh di tumpukan sampah, lalu ikut terbakar,”kata Wahib, Rabu (16/10).

Baru sekitar pukul 13.30 WIB, korban ditemukan oleh suaminya. Karena saat kejadian, tidak ada orang di kebun bamboo tersebut. Sementara suami korban sedang bekerja di sawah.”Saat siaminya pulang, korban tidak ada di rumah. Kemudian suaminya nya mencari nya di sekeliling rumah dan menemukan korban terbakar,”terang Wahib.

Saat di temukan suaminya, lanjut Wahib korban masih sadarkan diri. Hanya saja nenek Sawinah mengalami luka bakar yang cukup parah, kaki dan wajahnya . di bantu warga sekitar, sang suami membawa nya ke RSI Sakinah di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko. Sementara sampah dedaunan kering di lokasi, sudah menjadi arang.


“Korban meninggal saat di rawat di rumah sakit,”ungkapnya. Jenazah Sawinah telah di serahkan kepada keluarga sore tadi. Wahib memastikan tidak ada unsur penganiayaan terkait tewasnya korban.pihak keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah,”pungkasnya.

Senin, 14 Oktober 2019


BUNDAPOKER

Pria di Gunung Putri, Bogor tewas gantung diri di duga karena masalah utang. Pria ini di duga membakar rumah nya sendiri sebelum akhirnya dia melakukan gantung diri untuk mengakhiri hidupnya. Kapolsek Gunung Putri AKP Anriyanto menerangkan, kebakaran rumah itu sendiri terjadi pada Senin (14/10)sini hari tadi 03.00 WIB. Korban berinisial E ini di duga membakar rumah nya terlebih dahuku baru kemudian gantung diri.

“Jadi korban sepertinya membakar dulu rumah nya. Lalu habis itu melakukan gantung diri,”kata Ardiyanto, Senin (14/10). Kebakaran pada awalnya di ketahui oleh tetangga korban. Warga di sekitar rumah korban mendengar suara gemuruh dari atap rumah yang bocor akibat kebakaran, warga pun pada akhirnya melapor ke pemadam kebakaran setempat untuk di lakukan pemadaman. Namun setelah padam, warga melihat korban sudah tidak bernyawa di kebun belakang rumah.

“Sudah di padami, ngecek ke belakang, ada gantung diri,”jelas Andriyanto. E di duga banyak terlilit utang. Menurut keterangan istri korban, E awalnya ditanya soal keberadaan mobil. Namun korban tak terima yang kemudian berujung dengan cekcok dengan sang istri.”Jadi di tanya istrinya mobilnya ke mana pas sore harinya (Minggu, 13/10). Istrinya itu kesal, pergi sama anak-anaknya,”kata Andriyanto.

Ketika ditinggalkan pergi istri dan anak-anaknya, korban sendirian berada di rumah. Saat dini hari tadi, sambung Andriyanto, korban diduga langsung membakar rumahnya, lalu gantung diri di pohon belakang rumahnya. Polisi kemudian datang ke rumah korban untuk melakukan olah TKP. Namun, kata Kapolsek Gunung Putri, keluarga korban menganggap hal itu adalah musibah.


"Penyebab korban gantung diri masih dalam proses penyelidikan. Ini pun dari pihak keluarga tidak mau dilakukan autopsi, dan menerima bahwa ini musibah. Jadi korban gantung diri karena diduga ada permasalahan keluarga. Itu saja," pungkas dia.

Selasa, 08 Oktober 2019


BUNDAPOKER

Polisi menangkap dua pelaku aborsi dan pembuang janin di Sungai Genteng Kali Surabaya. Ironisnya, kedua yakni kakek dan ibu dari janin tersebut. Kedua pelaku yakni Muslich (58) dan anak perempuannya Eva (22) warga Jalan Ketandan Baru. Mereka nekat menggugurkan janin tersebut karena merasa malu dengan tetangga.

Kapolsek Bubutan Kompol Priyanto mengatakan, praktik aborsi dan pembuangan bayi itu terjadi pada Selasa (17/9). Kemudian 2 hari setelah itu, Muslich diketahui mengantarkan anaknya ke rumah sakit.”Kejadian tanggal 17 September ditemukan orok itu. Kemudian tanggal 19 malam hari itu kita dapat informasi bahwa ada seorang perempuan diantar bapaknya yang kesakitan ke rumah sakit,”kata Priyanto di Mapolsek Bubutan selasa (8/10).

Berbekal informasi itu, polisi kemudian menetapkan Muslich dan Eva sebagai pelaku aborsi dan pembuangan janin tersebut. "Informasi ada bapak dan anak yang ke rumah sakit, kemudian kita dikembangkan. Dari situ kita tetapkan kedua tersangka ini, bapak dan anaknya ini untuk kasus pembuangan orok itu," terang Priyanto.


Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga menyita dua barang bukti. Yakni sekop dan gunting. Kedua alat itu digunakan untuk memotong dan menguburkan ari-ari dari janin, yang dilakukan oleh Muslich selama membantu aborsi anaknya. "Kita juga amankan barang bukti gunting untuk memotong ari-ari dan sekop untuk menggali tanah guna menguburkan ari-ari. Bapak ini yang menolong melahirkan namun kondisi bayi sudah tidak bernyawa dan kemudian dibuang di Sungai Genteng Kali," bebernya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam dengan Pasal 364 KUHP dan 34 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 77 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara. "Ancamannya di atas 5 tahun," pungkas Priyanto.

Jumat, 04 Oktober 2019


BUNDAPOKER

Polisi menemukan beberapa benda saat mengevakuasi kerangka manusia tanpa identitas di tengah lahan kebun jati, Gunungkidul. Dari pantauan di lokasi yaitu Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Kecamatan Lpayen, Jumat (4/10), anggota biddokkes polda DIY mulai mengevakuasi kerangka manusia dnegan cara menggali tanah menggunakan cangkul. Selain beberapa menit, tanpa anggota biddokkes meletakkan potongan tulang di atas kantong jenazah berwarna oranye.

Tak hanya satu, tampak petugas menaikkan beberapa potongan tulang. Lain itu, polisi mengamankan beberapa benda dari dalam lubang tersebut. Tampak benda benda yang di amankan oleh petugas seperti bra dan celana panjang. Selanjutnya, benda-benda tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastic berwarna bening lalu dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

“Ada pakaian, kita duga BH ada, terus pakaian dalam kemungkinan rok,”ujar Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda DIY, AKBP IS sarifin di sela-sela evakuasi. Tapi kan masih bercampur tanah, nanti akan kita pastikan dengan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara  polda DIY,”imbuh sarifin.

Merujuk temuan tersebut, polisi menduga kerangka manusia itu berjenis kelamin perempuan. Dari hasil temuan, patut di duga ini jasad perempuan,”kata Sarifin.

Selasa, 01 Oktober 2019


BUNDAPOKER

Seorang polisi di New York, Amerika Serikat (AS), tewas setelah tertembak oleh rekan sesama polisi saat hendak menangkap tersangka terkait kasus aktivitas geng criminal setemapat. Insiden semacam ini merupakan yang kedua di New York sepanjang tahun ini.

Seperti yang di kabarkan, Selasa (1/10) polisi bernama Brian Mulkeen (33) ini tewas akibat tembakan rekan nya dalam insiden yang di sebut sebagai friendly fire pada minggu (29/9) waktu setempat.”Ini merupakan kauss Friendly fire yang tragis,”sebut Komisioner Kepolisian New York (NYPD), James O, Neill.

"Kita kehilangan seorang pengabdi publik yang berani karena tindak kriminal yang membahayakan nyawa polisi dan semua orang yang kami layani," imbuhnya. Insiden ini terjadi saat Mulkeen dan dua polisi lainnya tengah menyelidiki aktivitas geng kriminal di Bronx. Mereka hendak menanyai seorang tersangka pada Minggu (29/9) sekitar pukul 00.30 waktu setempat. Tersangka tersebut diketahui sempat ditangkap dalam kasus narkoba tahun lalu.

Namun belum sempat ditanyai, si tersangka berusia 27 tahun itu melarikan diri. Ketiga polisi itu melakukan pengejaran dengan berlari. Pergulatan di atas aspal sempat terjadi saat Mulken dan rekannya berupaya menangkap si tersangka. Rekaman video dari body kamera salah satu polisi merekam Mulkeen berkata: "Dia meraihnya, dia meraihnya.

Setelah itu, sebut NYPD, tembakan dilepaskan dan Mulkeen terkena dua tembakan. Disebutkan O'Neill bahwa rekan Mulkeen melepaskan 10 tembakan ke arah tersangka. Mulkeen sendiri melepaskan lima tembakan. Mulkeen dan si tersangka, yang tidak disebut namanya, dilarikan ke rumah sakit. Keduanya dinyatakan tewas setibanya di rumah sakit. Mulkeen yang diketahui telah mengabdi selama lebih dari 6 tahun di NYPD, menjadi polisi ke-37 yang tewas ditembak saat bertugas sepanjang tahun 2019.

Jumat, 27 September 2019


BUNDAPOKER

Seorang ayah di duga bunuh diri setelah menghabisi nyawa anaknya sendiri di Desa Kebonbatur RT 07, RW 02 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian setempat. Dari informasi yang dihimpun , adinda Widyaningtyas (3) ditemukan tewas bersimbah darah di atas Kasur. Di duga, korban di bunuh oleh ayahnya sendiri Sapto Wododo (47), sebelum akhirnya bunuh diri.

Mulanyam, Arif risky pulang sekolah sekira pukul 10.30 WIB, namun tidak dapat masuk rumah karena terkunci. Dia terpaksa menunggu rumah tetangganya. Lama menunggu hingga pukul 16.00 WIB, Sri Ningsinh (47), ibu korban pulang dan memaksa masuk ke rumah melalui jendela. Dia terkejut melihat anak ketiganya itu tidak bernyawa dengan penuh darah di atas Kasur. Di lantai terbujur jasad suaminya dengan luka sayat di leher.

“Ibu korban yang terkejut itu lalu teriak meminta tolong kepada warga lain. Nya awalnya pintu rumah terkunci, dan ibu korban masuk lewat jendela dapur,”ujar Kasatreskrim Polres demak AKP aris Munandar, Jumat (27/9). Saat di evakuasi, Adida tewas dengan luka tusukan. Sedangkan Sapto Widodo sayatan di leher.

“Luka anaknya di duga karena tusukan pisau dapur, sedangkan bapaknya di leher,”lanjutnya. Hingga saat ini, digaan karena persoalan perselingkuhan itu di temukan ada tulisan kekecewaan di dinding kamar rumah. Belum di ketahui secara pasti motif ya seperti apa, tapi ada tulisan yang di duga tulisan Sapto di dinding rumahnya soal perselingkuhan, kami sedang memeriksa saksi-saksi ,”tandasnya.

Kamis, 26 September 2019



Polisi memasang garis polisi pada lahan yang rekahan tanahnya mengeluarkan api di Ponorogo. Polici line di pasang karena khawatir dengan keselamatan warga yang penasaran dengan lokasi ini. Sebelum polisi memasang police line, warga warga berinisiatif memasang tali raffia di sekitar lokasi agar tidak ada warga yang mendekat. Sebab, tanah yang terbakar tersebut bisa amblas.

Kanit Sabhana Polsek bungkal Aiptu Suyitno mengatakan pihaknya sengaja memasang police line agar warga mendekat ke lokasi rekahan. Pasalnya, dikhawatirkan ada warga yang terjebak di rekahan dan bisa mengalami luka bakar.”Karena tanah terbakar bisa mablas, kalau amblas nanti bisa terjebak dan terbakar di rekahan dan bisa mengalami luka bakar,”tutur Suyitno, Kamis (26/9).

Suyitno menambahkan ada juga anggota yang sengaja di tugaskan di lokasi menjaga agar warga tidak mendekat. “Ini kalau tidak ada yang menjaga, warga bisa saja nekat mendekat,”tandasnya.

Sementara warga setempat, Aldi Riyanto mengaku resah api yang muncul dari dalam retakan tersebut tidak kunjung padam.”Apa lagi lokasinya dekat dengan permukiman warga, khawatir ada anak-anak yang tidak tahu terus jalan masuk ke dalam lubang kan bisa terbakar,”tukas dia.

Selain itu, dikhawatirkan api bisa meluas dan menjalar ke rumah warga. Apalagi belum ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk berusaha memadamkan api yang meresahkan warga sejak sebulan terakhir.”Harapan segera mendapatkan perhatian, harus cepat padam. Karena bahaya,”pungkas dia.

Rabu, 11 September 2019



Pasangan lesbian pelajar di gerebek saat asyik berduaan di hotel. Polisi menangkap seorang pelajar wanita yang di anggap telah melakukan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur. Tersnagka mengaku telah dua kali mencabuli korban nya. Kapolres Tulungasung AKBP Tofik Sukendar mengatakan tersangka berusia 18 tahun. Warga Kecamatan Kedungwaru itu saat ini duduk di bangku kelas 12.

Tersangka di amankan polisi saat berada di salah satu hotel bersama dengan korban yang masih berusia 16 tahun. Saat ini di amankan, korban dalam kondisi telanjang.”Pengungkapan ini berdasarkan adanya laporan. Kemudian kami lakukan proses penyidikan. Dari informasi yang kami terima, mereka pernah menginap di hotel. Kemudian terus kami lakukan pemantauan dan ternyata mereka kembali check-in. hingga akhirnya kami tangkap,”kata Tofik, Rabu (11/9).

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mencabuli korban atas dasar suka sama suka. Namun karena korban masih di bawah umur, polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.”Kami menemukan tanda-tanda pencabulan terhadap korban, korban dan tersangka ini sama-sama.

Tofik menambahkan, dari kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban. Seprai hotel, serta kuantitas hotel tempat menginap korban dan tersangka. Tersnagka mengaku telah mengenal korban sejak SMP. Saat keduanya bersekolah di tempat yang sama. Kemudian mereka mulai menjalani hubungan asmara sesama jenis pada Juni 2019.

“Ya saya memang suka,”kata tersangka. Tersangka mengaku memiliki kecendrungan untuk menyukai sesame jenis sejak duduk di bangku SMP. Ia merasa lebih nyaman saat berinteraksi dengan perempuan.”Saya tidak tahu penyebabkanya. Saya hanya merasa nyaman saja,”ujar nya.

Atas aksi mencabulan tersebut, kini tersangka di amankan di Polres Tulungagung dan di jerat Pasal 76e dan 82 Undang-Undang tentang Perlindungan anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.